iklan

Wednesday, 13 August 2014

teknik penjabaran dan pelaksanaan visi dan misi dalam berwirausaha

TUGAS KEWIRAUSAHAAN“Teknik Penjabaran dan Pelaksanaan visi dan Misi”
 Di Susun O L E H Kelompok 6






Kelas X Ak I      Smk Negeri 01 Nanga PinohKabupaten MelawiTahun Ajaran2013/2014 

 
 PENDAHULUAN  
Di Indonesia, kewirausahaan dipelajari baru terbatas pada beberapa sekolah atau perguruan tinggi tertentu saja. Sejalan dengan perkembangan dan tantangan seperti adanya krisis ekonomi, pemahaman kewirausahaan baik melalui pendidikan formal maupun pelatihan-pelatihan di segala lapisan masyarakat kewirausahaan menjadi berkembang. 
Orang yang melakukan kegiatan kewirausahaan disebut wirausahawan. Muncul pertanyaan mengapa seorang wirausahawan (entrepreneur) mempunyai cara berpikir yang berbeda dari manusia pada umumnya. Mereka mempunyai motivasi, panggilan jiwa, persepsi dan emosi yang sangat terkait dengan nilai nilai, sikap dan perilaku sebagai manusia unggul. Pada makalah ini dijelaskan tentang pengertian, hakekat, ciri-ciri dan karakteristik dan peran kewirausahaan dalam perekonomian nasional.
 
PEMBAHASAN

A.   Teknik Penjabaran  dan Pelaksanaan Visi dan Misi
1.    Visi
Dalam penjelasan kepribadian telah dibahas mengenai merujuk pada tujuan akhir, serta berorientasi ke masa depan. Baik tujuan akhir maupun orientasi ke masa depan bias lebih jelas arahnya jika seseorang memiliki visi.
Kekuatan visi sangat luar biasa. Seorang wirausaha yang memiliki gambaran yang jelas akan masa depannya akan melakukan tahapan yang lebih terorganisir disbanding wirausaha yang tidak memiliki visi.
Visi membicarakan hal-hal sebagai berikut :
·      Wawasan yang menjadi tolak ukur pertumbuhan bisnis Anda.
·      Sosok Anda atau usaha Anda di masa mendatang.
·      Bentuk usaha Anda sebesar apa.
·      Alasan Anda memasuki usaha di bnidang tersebut
·      Imajinasi mengenai posisi usaha Anda dan kemana bisnis Anda mau di bawa.
Visi berasal dari kata vision yang berarti pandangan, yang jika dimaknai lebih dalam bisa diartikan pandangan tentang masa depan. Dengan melihat kemampuan dan kekuatan, seseorang mencoba untuk membuat impian atau cita-cita yang akan menentukan kemana kita melangkah selanjutnya. Visi adalah harapan tentang masa depan yang menarik, realistik dan bisa dicapai. Visi hendaknya:
a.    Menarik
Visi hendaknya menarik, menantang dan sesuai jiwa kita maka dalam mewujudkan visi tersebut kita lalui dengan semangat dan senang.
b.    Realistik
                   Visi hendaknya Sesuatu yang mungkin dicapai atau realistis. Realistis diperlukan agar tercipta optimisme untuk meraih visi tersebut
Ibarat orang yang akan membangun rumah, visi adalah gambaran seseorang terhadap bagaimana rumah tersebut nantinya. Bayangan atau desain rumah itu yang akan menentukan bagaimana pondasinya, langkah-langkah, bahan bakunya, siapa yang akan mengerjakan, dan lain sebagainya.
Wirausaha yang baik haruslah memiliki gambaran ke depan tentang usahanya tersebut. Dengan memiliki visi yang jelas, menarik dan realistis seorang wira usaha akan memiliki daya juang yang lebih tinggi dan lebih konsisten dalam meraih harapan atau cita-citanya. Visi tersebut akan membantu wirausaha untuk menentukan langkah untuk mewujudkan mimpinya, apa saja yang dibutuhkan, dan siapa yang bisa diajak bekerjasama. Berbeda dengan wirausaha yang bergerak tanpa visi, langkahnya tidak terarah, karena tidak punya bayangan keberhasilan seperti apa yang dicapai. Wirausaha tanpa visi, cenderung mudah patah semangat, dan mudah berbelok sebelum benar-benar menguasai bidang yang digarap, akibatnya keberhasilan semakin susah tercapai. Manfaat visi yang benar dalam usaha meraih kesuksesan:
o  Menarik dan menumbukan komitmen pribadi
o  Menumbuhkan  kebermaknaan hidup
o  Memacu dan memfokuskan pengembangan diri
o  Memotivasi untuk bekerja dan berkualitas prima
Pencapaian visi didukung oleh statement yang jelas dan dan efektif. Ciri statemet visi yang jelas dan efektif adalah:
·      Terfokus, jelas dan mudah dibayangkan perwujudannya dalam kenyataan
·      Mengundang sesuatu yang bermakna “mulai”
·      Peluang suksesnya dapat diperkirakan
·      Realistis dan mungkin dicapai
c.    Sederhana (simple), sehingga mudah di pahami, diimajinasikan, dan di bayangkan besar, ukuran posisi, perusahaan anda.
d.   Terukur (measurable), Jika ini tidak sesuai dengan kondisi dan situasi atau terlalu muluk, visi akan berubah menjadi fiksi, sebuah khayalan semu yang mustahil untuk di wujudkan.
e.    Terjangkau (reachable), Jika visi terukur, sederhan tetapi tidak mungkin bisa di wujudkan, visi tersebut tidak ideal untuk Anda, meskipun mungkin ideal bagi orang lain.
f.     Beralasan (reasonable), Visi juga mengandung unsur pokok, yaitu alasan kuat untuk mengembangkan bisnis anda di masa datang.
g.    Ambisius. Jika visi tidak mengandung unsur yang bersifat ambisius, visi itu juga akan kehilangan energy.
h.    Periode waktu (time frame). Sebuah visi dengan target waktu yang jelas akan memudahkan tingkat ketercapaian visi tersebut.
i.      Bersifat strategis (strategic). Visi yang tidak bersifat strategic tidak akan berdampak besar pada usaha Anda.
Sifat strategis yang dimaksud adalah ;
-    Bisa menjadi tujuan untuk bersaing
-    Ada unsur pembeda dengan yang lain.
-    Bisa menjdi motivator.
-    Unik dan berbeda dengan yang lain.
h.    Ada kejelasan hubungan kejadian saat ini dengan kejadian masa datang.
i.      Perspektif kondisi Anda saat ini ke masa datang.
j.      Komunikatif. Jika visi tidak dapat di komunikasikan atau terlalu rumit, yang akan mengerti visi Anda hanya Anda sendiri.
Sebuah visi perlu dirumuskan. Hal ini bertujuan untuk :
o   Mencerminkan cita-cita yang akan dicapai
o   Memiliki Orientasi masa depan perusahaan
o   Menimbulkan komitmen tinggi dari seluruh jajaran dan lingkungan perusahaan
o   Memberikan arah dan focus strategi perusahaan yang jelas, Dan
o   Menjaga kesinambungan kepemimpinan perusahaan

2.    Misi
Definisi misi adalah batasan tentang hal-hal yang akan dilakukan oleh seseorang. Misi lebih spesifik dari visi, berupa peran yang akan dilakukan untuk mencapai visi. 
Dalam misi terkandung hal-hal sebagai berikut :
·      Tujuan dan alasan keberadaan suatu organisasi
·      Tindakan dan langkah-langkah yang harus dilakukan
·      Alasan bisnis Anda harus berkembang
·      Cara mewujudkan tujuan Anda.
Perbedaan antara visi dan misi dapat dilihat pada contoh berikut:
Visi : membangun bisnis pengolahan singkong yang berhasil dan mampu menghidupi orang banyak
Misi: wirausaha di bidang pengolahan pangan berbahan baku singkong yang berkualitas, bergizi, murah dan sesuai dengan selera pasar dan memiliki banyak cabang dan menyerap banyak tenaga kerja
Misi membantu seorang wirausaha menentukan lahan garap, bidang yang ingin ditekuni, keunggulan produk dan system pemasarannya. Agar bisa membuat langkah yang lebih operasional, visi dan misi perlu diterjemahkan menjadi tujuan. Tujuan (goal) adalah sasaran yang spesifik dan membantu kita merencanakan berbaagai aktifitas serta strategi. Tujuan terbagi menjadi tujuan jangka panjang dan tujuan jangka pendek. Dalam penetapan tujuan (goal setting) seseorang memutuskan apa yang ingin dicapai (pengetahuan/keahlian/perilaku tertentu) dan bergerak secara bertahap menuju pencapaian tujuan. Dengan mengetahui secara pasti tujuan yang ingin dicapai maka seorang wirausaha tahu apa yang menjadi prioritas untuk dikerjakan dan apa yang hanya merupakan selingan.
Tujuan disusun berdasarkan kriteria berikut:
·      Tujuan diturunkan dari visi dan misi
·      Tujuan adalah sesuatu yang penting
·      Memiliki skala prioritas yang tinggi
·      Jumlahnya tidak terlalu banyak supaya dapat fokus
·      Dapat disusun strategi untuk dapat mencapainya.
Beberapa langkah yang perlu diperhatikan untuk membuat tujuan adalah:
·      Putuskan apa yang ingin kita capai pada skala jangka pendek dan jangka panjang
·      Pecahkan tujuan tersebut menjadi target-target yang lebih kecil
·      Ketika kita membuat rencana, kita harus mulai menjalankannya
·      Evaluasi: jika sesuai dengan rencana, teruskan strategi. Jika tidak, cari alternative lain.
Unsur-unsur pokok sebuah misi adalah sebagai berikut ;
·      Kiat dan usaha untuk mewujudakan visi
·      Nilai-nilai dasar organisasi yang dinyatakan dalam misi organisasi.
·      Segmen pasar dan pelanggan.
·      Pernyataan tentang produk atau jasa yang di masuki (dijualnya).
·      Keyakinan yang kuat, asumsi-asumsi dan budaya kerja dengan orientasi mutu.
·      Pernyataan strategis jangka panjang dan jangja pendek.
Misi akan efektif bila bersifat :
a.    Ringkas dan jelas.
Mudah di pahami, gampang di ingat, menyatakan bidang spesifikasi secara jelas.
b.    Unik.
Harus ada unsur pembeda agar tidak klise.
c.    Fleksible.
Misi memiliki ketegasan sekaligus fleksible agar sesuai dengan perkembangan zaman.
d.   Bisa membantu untuk mengambil keputusan.
Misi juga menjadi pegangan kerja, arah kebijakan perusahaan dalam operasionalnya sehingga bisa membantu manajer, pimpinan atau orang yang ada didalamnya untuk mengambil keputusan.
e.    Budaya perusahaan.
Misi harus membentuk unsur pembentuk etos kerja, motivasi, semangat kerja dan juga budaya kerja shingga mengandung niali-nilai yang  harus di angkat dan menjadi cirri-ciri perusahaan yang di pegang teguh oleh karywawannya.
f.         Memberikan inspirasi.
Ada unsur ambisi, tekad bulat, dan arah perusahaan sehingga misi juga memberikan inspiraasi dan ide-ide baru bagi siapa saja yang ada dalam organisasi.

3.      Langkah-langkah menyusun/ merumuskan visi dan misi usaha
Seorang wirausaha harus memiliki jiwa kepemimpinan untuk :
a.    Mengambil keputusan mengelola risiko.
b.    Memutuskan untuk menjadi wirausahawan mandiri.
c.    Menumbuhkan sifat pantang menyerah.
d.   Mengelola konflik menjadi konflik yang bersifat positif.
e.    Mengetahui visi, misi serta merencanakan strategi yang akan di rumuskan.
Oleh Karena itu, seorang wirausaha harus mampu menyusun sebuah visi dan misi.
Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut :
a.    Melakukian riset, baik industry maupun pasar, lokasi dan organisasi itu sendiri termasuk karyawan, manajer, dan rekan bisnis.
b.    Melakukan wawancara mengenai kebutuhan yang ada tetapi belum terpenuhi, mengetahui keinginan dan harapan dari pasar untuk menentukan sebuh strategi.
c.    Mengumpulkan data pasar.
d.   Merumuskan susunan data dengan mencari trend dan unsur perbedaannya.
e.    Merumuskan visi dan misi.
f.     Mengokomunikasikan ke anggota organisasi melalui seminar. Workshop, presentasi, atau rapat.
g.    Melakukan perbaikan visi dan misi berdasarkan saran dan kritik dari anggota sehingga mereka merasa memiliki  dan menyusun visi dan misi. Hal ini penting karena rasa memiliki perlu di bangun dari bawah.
h.    Perhatikan aspek ananlisis SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats)
Setelah wirausahawan menetapakan visi dan misinya, diharapakan dia mampu mengambil keputusan beserta risikonya dan juga mempunyai wawasan dalam mengelola konflik serta mengetahui dan mampu mengasah jiwa kepemimpinannya.
           
            Teknik penjabaran Visi dan Misi adalah sebagai berikut :
a)      Di susun lebih dahulu oleh masing – masing satuan kerja/pejabat di lingkungan masing – masing sebagai persiapan.
b)      Disusun langsung saat pertemuan bersama pejabat satuan kerja.
c)      Mendiskusikan konsep penjabaran visi dan misi yang telah disiapkan angka 1 dengan menganalisis, menyempurnakan, dan keakraban.
d)     Menentukan penggunaan bahasa tujuan dan sasaran, serta bahasa kegiatan dan aktivitas.
e)      Menganalisa tujuan dan sasaran dengan jelas dan benar. Penulisan dapat pula dikerjakan bertahan oleh  masing – masing pejabat dan oleh sidang bersama.

Pelaksanaan visi dan misi memerlukan
a)      Penjadwalan : kapan dimulai dan kapan berakhir.
b)      Orang yang melaksanakan.
c)      Melakukan apa saja
d)     Dukungan fasilitas kerja.
e)      Tanggungjawab.
f)       Kerjasama, motivasi dan semangat.
 
 
KESIMPULAN

Berdasarkan pembahasan di atas dapat di simpulkan bahwa :
1.      Dalam kita melakukan suatu usaha kita perlu  merumuskan suatu visi dan misi dan tanpa visi dan misi  tak ubahnya kita berjalan tanpa tujuan.
2.      Dan ada yang perlu kita perhatikan dalam membuat visi dan misi tergantung usaha apa yang kita jalankan. Dan setelah kita mempunyai suatu misi dan misi usaha kita akan berjalan maksimal.
3.      Teknik penjabaran Visi dan Misi adalah sebagai berikut :
a)    Di susun lebih dahulu oleh masing – masing satuan kerja/pejabat di lingkungan masing – masing sebagai persiapan.
b)   Disusun langsung saat pertemuan bersama pejabat satuan kerja.
c)    Mendiskusikan konsep penjabaran visi dan misi yang telah disiapkan angka 1 dengan menganalisis, menyempurnakan, dan keakraban.
d)   Menentukan penggunaan bahasa tujuan dan sasaran, serta bahasa kegiatan dan aktivitas.
e)    Menganalisa tujuan dan sasaran dengan jelas dan benar. Penulisan dapat pula dikerjakan bertahan oleh  masing – masing pejabat dan oleh sidang bersama.
4.      Pelaksanaan visi dan misi memerlukan
a)    Penjadwalan : kapan dimulai dan kapan berakhir.
b)   Orang yang melaksanakan.
c)    Melakukan apa saja
d)   Dukungan fasilitas kerja.
e)    Tanggungjawab.
f)    Kerjasama, motivasi dan semangat.
5.      visi adalah sebuah tujuan, keinginan, atau angan-angan (gambaran ) masa depan perusahaan yang ingin anda bangun, pilih, dan besarkan. Oleh karena itu visi yang  ideal harus sebagai berikut ;
a)         Sederhana (simple), sehingga mudah di pahami, diimajinasikan, dan di bayangkan besar, ukuran posisi, perusahaan anda.
b)        Terukur (measurable), Jika ini tidak sesuai dengan kondisi dan situasi atau terlalu muluk, visi akan berubah menjadi fiksi, sebuah khayalan semu yang mustahil untuk di wujudkan.
c)         Tejangkau (reachable), Jika visi terukur, sederhan tetapi tidak mungkin bisa di wujudkan, visi tersebut tidak ideal untuk Anda, meskipun mungkin ideal bagi orang lain.
d)        Beralasan (reasonable), Visi juga mengandung unsur pokok, yaitu alasan kuat untuk mengembangkan bisnis anda di masa datang.
e)         Ambisius. Jika visi tidak mengandung unsur yang bersifat ambisius, visi itu juga akan kehilangan energy.
f)         Periode waktu (time frame). Sebuah visi dengan target waktu yang jelas akan memudahkan tingkat ketercapaian visi tersebut.
g)        Bersifat strategis (strategic).
h)        Ada kejelasan hubungan kejadian saat ini dengan kejadian masa datang.
i)          Perspektif kondisi Anda saat ini ke masa datang.
j)          Komunikatif. Jika visi tidak dapat di komunikasikan atau terlalu rumit, yang akan mengerti visi Anda hanya Anda sendiri.
6.      Misi adalah usaha, pemikiran dan langkah-langkah formal untuk mewujudkan sebuah visi. Artinya tindakan untuk memperjelas apa yang dikehendaki oleh pemilik perusahaan dan menjadi pegangan untuk menjalankan usaha Anda sekarang dan yang akan datang hingga visi itu terwujud.


DAFTAR PUSTAKA

http://berwirausaha.blogdetik.com/pentingnya-visi-dan-misi-dalam-kewirausahaan.html/
http://pai-umy.blogspot.com/2013/03/materi-pendidikan-kewirausahaan.html
http://yanerbikersyvcimetro.blogspot.com/2013/02/bahan-ajar-kewirausahaan-materi-visi.html
http://asmatrch.wordpress.com/2013/08/12/visi-dan-misi-usaha/


artikel bola besar (sepak bola, bola voli dan basket)

SEPAK BOLA
Pengertian  sepak bola
Adalah suatu permainan yang dilakukan dengan cara menyepak bola, yang mempunyai tujuan untuk memasukkan bola ke gawang lawan dan mempertahankan gawangnya sendiri agar tidak kemasukan bola dari regu lawan dengan aturan-aturan tertentu (bola, lapangan, pemain, kostum, peraturan permainan, waktu). Dalam memainkan bola pemain diperbolehkan menggunakan seluruh anggota badan kecuali tangan dan lengan. Hanya penjaga gawang diperbolehkan memainkan bola dengan kaki dan tangan.
1.    Kilas singkat sejarah permainan sepakbola
Dari peninggalan sejarah, kita mengenal beberapa sebutan sepak bola. Pada jaman Cina kuno (dinasti Han), sepakbola dikenal dengan “tanchu”. Di Italia zaman Romawi dikenal dengan “haspartun”, di Perancis yang selanjutnya menyebar ke Normandia dan Britania (Inggris), dikenal dengan “choule”. Di Yunani kuno dikenal “epishyros” dan di Jepang  dikenal dengan istilah “kemari”.
Pada tanggal 26 Oktober 1863 didirikan sebuah badan yang disebut “ English Football Assosiation”. Kemudian tanggal 26 Desember 1863 lahirlah peraturan permainan sepakbola modern yang disusun oleh badan tersebut yang dalam perkembangannya mengalami perubahan. Atas inisiatif Guerin (Perancis) pada tanggal 21 Mei 1904 berdirilah  federasi sepakbola internasional dengan nama “ Federation International de Football Association” (FIFA). Atas inisiatif Julies Rimet tahun 1930 diselenggarakan kejuaraan dunia sepakbola pertama di Montevidio, Uruguay. Karena jasanya, maka mulai 1946 piala dunia tersebut bernama “Julies Rimet Cup”. Kejuaraan tersebut diadakan 4 tahun sekali dan mulai tahun 1970 piala tersebut menjadi milik Brasil, sebab negara ini telah memenangkan piala ini sebanyak 3 kali berturut-turut.
Di Indonesia, tanggal 19 April 1930 dibentuk Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) di Yogyakarta dengan dukungan bond-bond / perkumpulan sepakbola diberbagai daerah di tanah air. Pengurus PSSI pertama kali diketuai Ir. Suratin Sosrosugondo. Untuk mengenang jasa-jasanya dalam membina dan mempertahankan berdirinya PSSI, maka mulai tahun 1966 diadakan kejuaraan sepakbola tingkat taruna remaja dengan nama ‘ Piala Suratin / Suratin Cup”
2.    Teknik-teknik dasar sepak bola
Teknik ini bermacam-macam. Keahlian ini sangat diperlukan dalam pertandingan yang berkualitas. Teknik sepakbola dapat dibedakan sebagai berikut ;
E Teknik tanpa bola / teknik badan
Yaitu cara pemain menguasai gerak tubuhnya dalam permainan yang menyangkut cara berlari, cara melompat, dan cara gerak tipu badan.
E Teknik dengan bola
a)        Teknik menendang bola
b)        Teknik menahan bola
Misal : bola menyusur tanah / ground ball, bola memantul / bouncing ball dan bola tinggi dengan berbagai teknik dan variasinya menggunakan anggota badan selain tangan dan lengan.
c)        Menggiring bola / dribbling
Umumnya hal ini dilakukan dengan 3 cara : menggiring bola dengan kaki bagian dalam, kaki bagian luar, dan dengan menggunakan punggung kaki.
d)       Teknik gerak tipu dengan bola
Yaitu gerak tipu badan (gerak tipu tanpa bola) namun menggunakan bola. Gerak tipu ini bertujuan untuk “menipu” sehingga dapat melampaui lawan. Pada umumnya gerak tipu dilakukan dengan gerakan kaki, ayunan badan atau berhenti dengan tiba-tiba.
e)        Teknik menyundul bola
f)         Perkenaan bola pada dahi bukan ubun-ubun yaitu   diatas mata.
g)        Teknik merampas bola (tackling)
h)        Ada tiga macam : berhadapan (tanpa menjatuhkan diri), meluncur (sliding tackle) dengan kaki bagian dalam, dan meluncur (sliding tackle) dengan kaki bagian luar.
i)          Teknik melempar bola (trhow-in)
Dilakukan bila bola keluar melalui garis samping lapangan permainan. Tidak boleh membuat gol dari lemparan dalam. Saat lemparan ke dalam tidak ada offside. Cara lemparan ke dalam :
E  Bola dipegang dengan seluruh jari dan telapak tangan pada kedua sisi atau belakang bola.
E  Lemparan dilakukan dari luar garis tepi lapangan permainan
E  Saat melempar, kedua kaki harus tetap berpijak di tanah
E  Bola harus dilempar kearah lapangan permainan dengan kedua tangan, melalui atas belakang kepala dan lemparan  sesuai dengan arah pandangan.
j)          Teknik penjaga gawang
Teknik yang harus dikuasai antara lain : menangkap bola yang bergulir ke tanah, menangkap bola setinggi perut, menangkap bola setinggi dada, dan men-tip (menepis bola  melayang di udara)  bola tinggi melalui  atas gawang.

UKURAN LAPANGAN SEPAK BOLA
1.        Panjang lapangan sepak bola minimal 90m dan maksimal 120m.
2.        Lebar lapangan sepak bola minimal 45m dan maksimal 90m.
3.        Pada tengah lapangan terdapat lingkaran dengan jari-jari 9,15m.
4.        Lebar gawang 7,3m dan tingginya 2,4m.
5.        Pinalty Area panjangnya 40,3m dan lebarnya 16,5m.
6.        Area penjaga gawang (6 yard box) panjangnya 29m dan lebarnya 5,5m.
7.        Jarak dari garis gawang ke titik pinalty adalah 11m.
8.        Rumput lapangan sepakbola umumnya berwarna hijau dengan ketebalanan garis pembatas yaitu 10cm.

Taktik formasi sepak bola
Untuk melakukan permainan sepak bola dan mendapatkan kemenangan, kita harus harus mengetahui pola penyerangan dan pertahanan.
Ø Pola penyerangan
Ø Pola penyerangan 4 – 3 – 3
Ø Pola penyerangan 4 – 2 – 4
Ø Pola penyerangan 3 – 2 – 5
Ø Pola pertahanan
Ø Pola pertahanan 4 – 4 – 3
Ø Pola pertahanan 4 – 4 – 2
Ø Pola pertahanan 5 – 3 – 2


Bola Voli
Pengertian   bola voli
Adalah suatu permainan yang dilakukan dengan cara mem-voli bola / memantulkan bola sebelum bola menyentuh tanah, yang mempunyai tujuan untuk memasukkan bola ke daerah lawan dan mendapatkan poin / angka   dengan aturan-aturan tertentu (bola, lapangan, pemain, kostum, peraturan permainan, set / babak). Dalam memainkan bola pemain diperbolehkan menggunakan seluruh anggota badan.

1.    Kilas singkat sejarah permainan bola voli
Permainan ini diciptakan oleh William G. Morgan tahun 1895. dia adalah seorang pembina Pendidikan Jasmani di Young Man Cristian Association / YMCA di Massachusetts Amerika Serikat. Mula-mula permainan ini disebut “Mintonette”. Tujuan semula adalah untuk mengembangkan kesegaran umum para buruh dan bersenam umum.
Kemudian diubah namanya menjadi volleyball  yang artinya kurang lebih memvoli bola berganti-ganti. Tahun 1948 berdiri IVBF (International Volley Ball Federation) dengan anggota 15 negara dan berpusat di Paris. Permainan ini menyebar keseluruh dunia semasa perang dunia II. Di Indonesia permainan ini dikenal sejak tahun 1928 yang dibawa oleh Belanda. Sejak itu permainan ini tumbuh pesat. Tanggal 22 Januari 1945 berdiri PBVSI (Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia) di Jakarta bersamaan kejurnas yang pertama. Pertandingan ini resmi masuk PON II di Jakarta dan POM I di Yogyakarta.
2.    Teknik dasar permainan bola voli
Teknik adalah cara melakukan atau melaksanakan sesuatu untuk mencapai tujuan tertentu secara effisien dan efektif. Tujuan permainan bola voli adalah memperagakan teknik dan taktik memainkan bola di lapangan untuk meraih kemenangan dalam setiap pertandingan. Teknik dasar yang harus ditingkatkan ketrampilannya adalah passing bawah, pasing atas, service (bawah, atas, samping, jumping), smash dan , bendungan / blok. Sedangkan gerak dasar terdiri dari : gerak tanpa bola (maju, mundur, kesamping, meloncat) dan gerak dengan bola (service, passing, umpan / set-up, smash dan blok / bendungan).
·       Servis
Servis merupakan salah satu teknik serangan yang berfungsi juga sebagai pukulan pertama, tanda dimulainya permainan. Terdapat beberapa teknik dalam melakukan servis, diantaranya sebagai berikut
Ø Servis atas menghadap lapangan
Ø Servis atas menyamping lapangan
Ø Floating overhand serve
Ø Slider floating overhand serve
·       Smes
Smes adalah salah satu teknik serangan yang biasanya merupakan pukulan paling akhir untuk mengalihkan bola ke daerah permainan regu lawan. Pukulan tersebut dilakukan dari atas dekat net menukik cepat dan keras.

·       Membendung bola (Blocking)
Membendung bola merupakan salah satu teknik yang digunakan sebagai pertahanan, dilakukan diatas net untuk membendung bola yang di smes oleh lawan.


UKURAN LAPANGAN BOLA VOLI
Lapangan permainan : Ukuran lapangan bola voli yang umum adalah 9 meter x 18 meter. Garis batas serang untuk pemain belakang berjarak 3 meter dari garis tengah (sejajar dengan jaring). Garis tepi lapangan adalah 5 cm.
Bola : Bola tersebut memiliki keliling lingkaran 65 hingga 67 cm, dengan berat 260 hingga 280 gram. Tekanan dalam dari bola tersebut hendaknya sekitar 0.30 hingga 0.325 kg/cm2 (4.26-4.61 psi, 294.3-318.82 mbar atau hPa).
Net : Ukuran tinggi net putra 2,44 meter dan untuk net putri 2,24 meter.
Sarana Permainan Bola Voli : Panjang garis samping : 18 Meter, lebar lapangan  : 9 Meter, lebar garis serang  : 3 Meter.
Bola basket
Hakikat permainan bola basket
Bola basket adalah suatu permainan menggunakan bola besar yang dimainkan oleh dua regu yang masing-masing regu terdiri 5 orang pemain. Jenis permainan ini bertujuan untuk mencari nilai / angka sebanyak-banyaknya dengan cara memasukkan bola ke basket lawan dan mencegah lawan memasukkan bola ke keranjang kita untuk mendapatkan nilai dengan aturan-aturan tertentu (bola, lapangan, pemain, kostum, peraturan permainan, quarter / babak). Dalam memainkan bola pemain dapat mendorong bola, memukul bola dengan telapak tangan terbuka, melemparkan atau menggiring bola ke segala arah penjuru dalam lapangan.
1.   Kilas singkat sejarah permainan bolabasket
Permainan bola basket yang kita kenal sekarang ini diciptakan oleh Dr. James A.Naismith tahun 1891 atas anjuran Dr. Luther Halsey Gulick. Mula-mula Naismith menggunakan keranjang sebagai sasarannya, sehingga dikenal dengan “basket ball”. Tahun 1924  bola basket didemonstrasikan pada Olimpiade Perancis. Atas prakarsa Dr. Elmer Beny seorang direktur sekolah olahraga di Jeneva, Swiss diasakan konferensi bola basket. Sehingga lahirlah Federation Internationale Basketball Amateur (FIBA). Tahun 1936 dipertandingkan di Olimpiade Jerman. Permainan ini masuk Indonesia dibawa perantau Cina semasa perang dunia II. Pada PON I tahun 1948 di Surakarta   bola   basket    sudah   dipertandingkan.  Tanggal  23  Oktober  1951 berdiri  PERBASI ( Persatuan Basketball Seluruh Indonesia). Dan tahun 1955 berubah menjadi Persatuan Bola basket Seluruh Indonesia.
2.   Teknik peraturan bola basket
Permainan ini termasuk jenis permainan yang kompleks, artinya gerakannya terdiri dari gabungan unsur-unsur gerak yang terkoordinir rapi, sehingga bermain dengan baik. Untuk dapat memainkan bola dengan baik perlu melakukan teknik gerakan dengan baik.
Pada dasarnya, gerakan yang effisien adalah gerakan yang benar tanpa kehilangan tenaga yang sia-sia, demikian pula dalam bola basket. Teknik dasar dalam bola basket adalah :
E  Teknik melempar dan menangkap bola : setinggi dada/chess pass, pantulan, lemparan diatas kepala, lemparan samping, lemparan lengkung, serta lemparan bawah.
E  Teknik menggiring bola / dribling. Kegunaan menggiiring adalah untuk mencari peluang serangan, menerobos pertahanan lawan, dan memperlambat tempo permainan. Macam-macam menggiring : menggiring bola tinggi / untuk kecepatan, menggiring bola rendah untuk mengontrol / menguasai, menggiring campuran.
E  Teknik menembak. Prinsip menembak sama dengan prinsip lemparan/passing. Jadi jika lemparan baik, menembaknya juga baik. Bentuk bentuk gerakan menembak dalam bola basket antara lain : tembakan satu tangan diatas kepala, tembakan lay-up, menangkap bola dilanjutkan menembak / lay-up, tembakan meloncat dengan dua tangan / jump shoot, dan tembakan lemparan lengkung / kaitan.
3.   Teknik dasar bertumpu satu kaki / pivot
Gerakan pivot adalah gerakan berputar ke segala arah dengan bertumpu pada salah satu kaki (kaki poros) pada saat pemain tersebutmenguasai bola. Sedangkan kaki yang dipindahkan dapat melewati depan / samping / belakang. Guna pivot adalah untuk melindungi bola dari perebutan pemain lawan, untuk kemudian bola tersebut dioperkan kepada temannya untuk mengadakan tembakan / serangan.

UKURAN LAPANGAN BASKET
Ukuran Lapangan Basket : 28 meter x 15 meter, ukuran ini dihitung dari batas garis sebelah dalam. Pada tengah lapangan terdapat lingkaran dengan jari-jari 1,80 meter dengan ukuran jari-jari lingkaran diukur dari sebelah luar garis lingkaran.
Garis Tembakan Hukuman : Garis tembakan ini berada di daerah bersyarat.
Papan Pantul : Papan pantul dibuat dari kayu maupun bahan lain yang sifatnya sama dengan ketebalan papan 3 cm.  Papan pantul untuk bola basket memiliki ukuran 1,80 meter x 1,20 meter dengan garis bingkai empat persegi panjang pada bagian tengahnya yang berukuran 0,59 meter x 0,45 meter.
Tiang Penyangga : Tiang penyangga atau yang dikenal dengan simpei terbuat dari besi yang memiliki garis tengah 20 mm, simpei berdiri memiliki ketinggian dari atas lantai 3,03 meter.

Bola Basket : Bola basket terbuat dari bahan karet yang dilapisi dengan bahan sintetis. Bola basket memiliki kuran keliling bola sekitar 75 cm s.d. 78 cm dengan berat antara 600 gram s.d. 650 gram. Ketentuan standar bola ketika berisi udara adalah jika dipantulkan ke lantai yang keras dari ketinggian 1,80 meter, bola tersebut memantul setinggi antara 1,20 meter s.d. 1,40 meter.